Ibu juga khan ngerti, namanya juga lelaki normal.. Sekarang tinggal menunjukan padanya secara eksplisit.“Kenapa.. Bokep Japan Kenapa? “Iya bu.. Ibu masih lama disini?” suaranya datar dan sopan.Aku hendak menjawab tapi dia kembali melanjutkan kalimatnya,
“Aku sekalian mau pamit pulang.. Tok suara ketukan halus terdengar dari balik pintu ruanganku.“Bu Widya..” terdengar suara lelaki tapi suara itu bagai terjepit diantara kerongkongannya.Ah itu pasti Bramanto si satpam.“Iya.. Waktu sudah menjelang pukul delapan malam ketika Hendra pamit pulang.Aku sendiri masih asyik mengutak-atik internet explorer-ku sambil menikmati suasana lengang di kantor. Tapi ya..” sesaat dia bingung untuk melanjutkan ucapannya itu. Waktu sudah menjelang pukul delapan malam ketika Hendra pamit pulang.Aku sendiri masih asyik mengutak-atik internet explorer-ku sambil menikmati suasana lengang di kantor. Sementara si peri nakal dengan sepasang tanduk kecilnya tampak tersenyum manis sambil menggelitikku dengan trisula godaannya yang makin tidak ter-elakan lagi.




















