Mama Lastri sangat senang dengan kepatuhan dan gairahku itu.“Nah… gitu…. Aku yang berada di dalam kamar seberangnya tentu saja dengan mudah melihat ke dalam kamarnya.Aku meneguk ludah dan langsung terangsang melihat ibu mertuaku menjatuhkan handuk yang membalut tubuh bugilnya yang montok. Film Porno Itu baru jari telunjuk sudah begitu rasanya, gimana kalu kontolmu? enak mana memek Mama sama memek Niken?” tanyanya bangga.“Eh… enakan punya Mama..”, jawabku jujur.“Kalau gitu, kapan Mama butuh, kamu siap ya…”, Mama Lastri meminta atau memerintahku, tidak ada bedanya.Tapi aku mengangguk setuju. Vagina ibu mertuaku, meskipun mungkin sudah agak longgar akibat serangan Farhan, namun setidaknya belum dibasahi oleh spermanya. Entah mengapa malam itu wajah Mama Lastri begitu riang, mungkin karena menunggu orang yang ditelponnya itu.




















