“Tadi rasanya ada tukang bubur lewat….”
“Dah dari tadi…. Film Porno “Walah, gue gak tahu Bro. gue kan musti cermat dan hati-hati…”
“Hello Ndy…..” katanya. “Gak ada…”Aku masih mencoba mengelak. Dua anak muda ini memang kompak selalu. “Gue masukin kamar elo nih sekarang….”kata Windy setengah mengancam. “Iya kali. “Pakelah…”jawabnya cepat. bentar lagi gue gabung” terdengar suara pelan Ditee dari kamar belakang.Ya udah… apalagi selain nunggu, sambil ngobrol ngalor-ngidul.Sementara Aku mulai “membangun” khayalan lagi begitu mataku tertumbuk Windy. “Alladin lagi di kamar, bentar lagi gabung, katanya”
“Clooney, gak tahu nginep dimana”“Eoshi… keknya lagi kuliah juga, anak tu rajin”
“Bisa jadi dia tadi keluar mau nemuin cowo fans dia”potong Dewa. dudul ah elo. “Bayangin…. begini”Aku berhenti bicara, menunggu reaksi. Sepertinya dia paling antusias ingin denger cerita seru. “Bangeet…”
“OK dah, kita absen aja satu-satu”
“Visio lagi kuliah”kataku. ganggu dong”
“Ga pa pa …kok”Dia lalu juga memiringkan tubuhnya, kami berhadapan.




















