saya nurut saja pak yang penting saya bisa diterima sebagai karyawan disini..”“silahkan berbaring di tempat tidur yang sudah disediakan saya cuci tangan terlebih dahulu ya mbak…”Ternyata pas aku lihat papan namanya pak Dedi itu seorang dokter. Bokeb Seperti bayi yang menyusu ibunya pak Dedi begitu beringas,“aaaaakkkkkkkkhhhhhhh…..pak……ooohh…..aaakkkhhh….oohhhhh…paaakkk….aaahhhhhh….”Desahan yang bisa aku ucapkan terus dia mencoba membuat aku semakin horny. Ya aku PD aja percaya jika aku lolos dan bisa bekerja di klinik itu. Karena lebih kepada kepribadiank namun aku tetap menjawab semua pertanyaannya dengan baik. Bibirnya semakin dekat dengan bibirku dan akhirnya dia mengecup bibirku.Aku tidak bisa menolaknya karena saat itu aku ketakutan dan yang ada dipikiranku aku harus bekerja disini. Ntah kenapa biasanya aku dapat nomor awal tetapi ini paling akhir.




















