Tapi sudah cukup untuk memamerkan bulu-bulu tebal yang ada di sekitar “Tempe” nya.“Amida… Enakkk enggak…?” tanyaku“Enakkk banget Mas…?” jawabnya dengan mata tertutup.Lalu saya sodokkan rudal qu ke arah tempe nya yang masih rapat karena posisinya berdiri. Bokep Japan “Iya, sedikit kok mas…” jawabnya
“Apanya yang capek?” tanyaqu. Saya kaget. Kemudian saya buka rok osisnya, dan rudal qu segera saya tempelkan pada belahan bokongnya yang baheno itu . “Oh, Amida , kok cepet banget ambil bukunya?” Tanya q dan gelagapan. Keringat bercucuran dari jidat dan punggung Amida. “Iya, sedikit kok mas…” jawabnya
“Apanya yang capek?” tanyaqu. Saya gesek- gesekkan rudal qu secara perlahan-lahan. “Enggak usah takut, enak kok, nanti kamu rasain aja, pasti ketagihan deh..”Lalu saya tuntun tangannya untuk memegang rudal qu.“Begini ya bentuknya rudal laki-laki…” kata Amida sambil memegang dan memperhatikan.




















