Apalagi mati seperti itu! Dia seperti ingin mengatakan sesuatu padaku. Link Bokep Dia lalu mengarahkan pisau itu padaku. hihihi”“Duh, gemesin banget sih kamu, hahaha… Sini kamu bantuin asah pisaunya…” suruh pak Jun kemudian.Akupun menuruti. Peralatan mandinya juga lengkap, tapi masalahnya kamar mandi ini tidak ada pintunya.“Kenapa? Dia mengatakan kalau dia melakukan itu justru karena begitu mengagumi wanita. Ah, gila! Memikirkan diriku amat dipuja sampai mereka ingin memakanku benar-benar membuatku jadi horni. “Sayangnya itu bukan pilihan, kamu tetap akan berakhir jadi makanan… hahaha… tapi kamu bisa memilih untuk pasrah rela dibunuh atau dengan paksaan… hahaha” ucapnya sambil melepaskan lakban di mulutku.Dia kemudian ingin beranjak pergi.“Kenapa??” tanyaku lirih.“Hmm??”“Kenapa aku?” tanyaku lagi. Yaitu adegan dimana seorang wanita dieksekusi olehnya. Aku betul-betul pasrah menunggu mati sekarang ini.Berkali-kali pak Jun kembali memaksaku untuk melihat rekaman-rekaman penjagalan. Tiga orang dari mereka kemudian masing-masing memegang selang.




















