“Aryo, kamu tidak perlu malu, dan tidak perlu menutupinya karena itu berarti kamu sudah dewasa, seharusnya kamu bangga.” jelas Mbak marni.“Aryo, di bagian kedua nanti kau harus mengikuti semua perintahku. Namun ini seperti bukan sebuah kebun, melainkan lebih seperti lapangan kecil. Bokep Mama Mbak Marni memintaku masuk. Kuraba perlahan dan kurasakan bagian putingnya yang mengeras, dan dengan spontan aku meremasnya. Aku pun baru tersadar, Mbak Marni ternyata memiliki tubuh yang tidak kalah dengan bintang-bintang top Bollywood.“Aryo!” Mbak Marni memecah lamunanku. “Ar.. Soalnya nanti kau akan melihat dan melakukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa.” Perkataan Mbak Marni membuat jantungku berdegup kencang. Kulepas semua pakaianku, hingga hanya secarik kain ini yang menutup kontolku.Bagian pertama ilmu ini pun dimulai. “Itu, burung kamu” jawabnya singkat. an ke.. ran kemalu.. Mbak Marni mulai memperagakan gerakannya. “Kita akan ke Candi Ireng.”Candi Ireng adalah tempat keramat di desa kami tidak sembarang orang













